Susu Kambing Segar Untuk Bayi

Susu Kambing Segar Untuk Bayi – Saat ini, susu kambing segar hadir membantu memenuhi kebutuhan nutrisi setelah masa menyapih anak. Jika Anda jarang memanfaatkan susu kambing untuk nutrisi tambahan sang buah hati. Maka, Anda dapat memberikan susu kambing kepada bayi yang tidak cocok dengan kandungan laktosa pada susu sapi.

Pemberian susu kambing pada anak dapat dilakukan sejak 6 bulan dari kelahirannya.  Biar semakin mantap memilih dan tidak ragu, berikut kandungan gizi dan manfaat susu kambing yang cocok untuk pertumbuhan bayi:

Susu Kambing Segar Untuk Bayi

Kandungan Gizi  Susu Kambing Segar untuk Bayi

Susu kambing memiliki kandungan nutrisi khas yang tidak diperoleh meskipun mengonsumsi susu sapi. Sehingga, Anda perlu memberikan susu kambing untuk memenuhi kebutuhannya. Berikut kandungan gizi susu kambing yang perlu Anda pahami, agar tidak salah memberikan terbaik untuk kebutuhan sang buah hati:

  • Kandungan Lemak

Keberadaan lemak dalam proses pertumbuhan bayi juga perlu dipertimbangkan. Lemak tidak berarti buruk untuk kesehatan. Justru lemak menjadi sumber kalori sebagai energi utama yang terdapat dalam susu kambing.

Asam lemak esensial dalam susu kambing lebih besar dibandingkan susu sapi. Kandungan linoleat dan arakidonat yang terdapat dalam lemak esensial tidak dapat disimpan lama bagi tubuh. Maka, keberadaan lemak tersebut tidak berbahaya bagi tubuh bayi karena sifatnya sebagai sumber energi yang mudah dibakar.

 Demikian, kandungan lemak baik pada susu kambing mampu menurunkan tingginya kolestrol dalam tubuh. Selan itu, manfaat susu kambing segar untuk bayi bermanfaat untuk mencegah terjangkit penyakit jantung.

  • Kandungan Kalsium

Selama ini banyak media yang hanya menginformasikan tingginya kalsium dalam susu sapi. Hal ini mendorong pemikiran Anda bahwa susu sapilah yang dapat memenuhi kebutuhan tulang bayi. Padahal, susu kambing juga memiliki kandungan kalsium dan mineral yang tidak kalah baiknya untuk pertumbuhan.

Anda tidak perlu khawatir karena susu kambing sebenarnya lebih kaya mineral. Sebanyak 33% kebutuhan mineral setiap harinya dapat terpenuhi dengan mengonsumsi susu kambing. Dibandingkan kandungan 28% mineral dalam susu sapi. Maka, direkomendasikan untuk memberikan susu kambing pada bayi.

  • Kandungan Asam Lemak

Jika susu sapi memiliki rantai asam lemak pada 15 sampai 20%. Maka, susu kambing rantai asam lemaknya menengah tingkat tinggi pada 30 sampai 35%. Semakin tinggi tingkat asam lemak dalam susu, dapat membantu menurunkan kolestrol dan mengobati penyakit jantung koroner dan gangguan usus.

Tingginya asam lemak dalam susu kambing, terdiri dari asam kaprilat dan kaprat yang berfungsi menghancurkan bakteri jahat atau antimikroba.  Hal ini membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan bayi.

Selain itu, kandungan lemak dalam susu kambing tidak menciptakan gelembung-gelembung lemak yang dapat mengganggu sistem pernapasan bayi. Mengonsumsi susu kambing juga mampu meningkatkan kadar kolestrol “baik”, sekaligus mengurangi kolestrol “buruk”.

Kajian kesehatan menunjukkan bahwa susu kambing memiliki kadar penyembuhan yang mirip dengan minyak zaitun. Sehingga, bagi Anda yang memiliki kolestrol tinggi, penting untuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter dan mengonsumsi susu kambing sesuai anjuran.

  • Kandungan Protein

Kandungan protein lengkap dalam susu sapi kerap kali menjadi penyebab munculnya alergi bagi bayi. Sedangkan, susu kambing tidak mengandung protein kompleks sehingga mampu disesuaikan dengan kondisi tubuh bayi.

 Maka, Anda tidak perlu khawatir memberikan susu kambing segar untuk bayi balita. Kandungan protein dalam susu kambing memiliki risiko yang lebih rendah memunculkan alergi. Selain itu, bayi dapat terjaga dari bentol merah dan rasa gatal yang diakibatkan dari alergi susu.

  • Kandungan Vitamin C

Bukan hanya buah yang memiliki kandungan vitamin C. Melainkan, susu kambing juga memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Jika susu lainnya justru menekan kekebalan tubuh, maka susu kambing berperan aktif meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

Peran antioksidan yang terdapat pada mineral selenium, menjadi nutrisi terbaik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, kandungan vitamin C juga memiliki fungsi melawan radikal bebas. Maka, memberikan susu kambing  tepat untuk kebutuhan nutrisi juga menjaga kesehatan kulit bayi.

  • Kandungan Vitamin A

Manfaat vitamin A pada susu kambing berkhasiat untuk mencegah kanker, menjaga kesehatan mata, dan mencegah penyakit jantung pada bayi. Selain itu, konsumsi susu kambing bagi orang dewasa juga bermanfaat untuk mengurangi stretch mark dan mengurangi potensi terkena sakit stroke. 

Betakaroten pada vitamin A, tidak hanya membantu proses peremajaan kulit. Melainkan pula, mencegah terjadinya kerusakan sel kulit akibat radikal bebas. Vitamin A berusaha melawan garis kerutan pada kulit dengan memproduksi kolagen lebih banyak.

Fungsi kolagen itu sendiri bertanggung jawab untuk menjaga kulit tampak muda dan tetap kenyal.  Selain vitamin A, ternyata susu kambing juga mengandung pyridoxine atau lebih dikenal sebagai vitamin B6. Berfungsi untuk menutrisi sistem saraf anak, pembentukan darah dan perawatan kulitnya.

Manfaat yang Diperoleh Bayi Saat Mengonsumsi Susu Kambing

Setelah mengetahui kandungan gizi yang ada pada susu kambing. Anda tidak lagi bingung jika sang buah hati tidak cocok dengan susu sapi. Anda dapat beralih dan memilih susu kambing segar yang kaya akan manfaat untuk pertumbuhan bayi. Adapun manfaat susu kambing sebagai berikut:

  • Zat Besi Mudah Diserap

Kandungan zat besi pada susu sapi hanya mampu diserap oleh tubuh sebanyak 13%. Sedangkan, sebanyak 50% kandungan zat besi pada susu kambing dapat diserap secara maksimal pada tubuh bayi. Maka, kebutuhan zat besi yang diperlukan dalam proses pertumbuhan anak, akan lebih terpenuhi dengan mengonsumsi susu kambing.

  • Sifat Basah pH

  Para ahli mengatakan, sifat basah pada pH susu kambing mendekati pH ASI yang biasa dikonsumsi oleh bayi. Sedangkan, kadar pH pada susu sapi yang bersifat asam dianggap kurang ideal untuk memenuhi kebutuhan bayi. Maka, disarankan untuk mengonsumsi susu kambing segar untuk bayi MPASI agar mengurangi risiko terkena infeksi gastrointestinal.

  • Sifat Anti-Peradangan

Kandungan sifat anti-peradangan dianggap mampu membantu pemeliharaan bakteri baik dalam usus bayi. Maka, konsumsi susu kambing dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya peradangan usus pada bayi yang disebabkan oleh kolitis.

  • Membantu Meningkatkan Kesehatan Tulang

Berdasarkan hasil penelitian, bayi yang menderita anemia megaloblastik mengakibatkan kondisi tulangnya mengalami penurunan. Hal itu terjadi ketika terdapat  kelainan dalam proses pembentukan sel darah merah pada DNA.

Oleh karena itu, kandungan kalsium dan mineral pada susu kambing segar untuk bayi terbaik mengganti hilangnya mineral dalam tubuh. Agar kondisi tulang pada bayi kembali menguat.

  • Kandungan Lemak Mudah Dicerna oleh Tubuh Bayi

Kandungan protein pada susu kambing lebih lunak. Dibandingkan padatnya protein pada susu sapi. Selain itu, asam lemak dalam susu kambing rantainya lebih pendek. Hal ini menjadikan susu kambing dapat dengan mudah dan cepat dicerna oleh tubuh bayi.

Mulai saat ini, jangan ragu memberikan susu kambing segar untuk bayi sebagai pemenuh kebutuhan nutrisi terbaik sang buah hati.  Sayangi anak dengan memberikan susu kambing segar terbaik. Anak kuat, Anda pun semangat!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by AV Organic (@avorganic)

Leave a Comment

× WhatsApp